Pada kenyataannya, setiap orang pasti punya impiannya masing-masing, termasuk aku. Dari awal maba, pengen banget bisa lolos pendanaan PKM, karena menurutku itu sesuatu yang wah dan berkesan banget bagi mahasiswa. Sebenernya sih awalnya kurang begitu paham terkait sistematika PKM, cuman hanya sekedar tahu saja wkwk. Awal maba, Alhamdulillah diberi kesempatan untuk diajak kaka tingkat mengikuti PKM. Jangan ditanya lagi, pastinya seneng banget, karena serasa dberi kepercayaan wkwkwk. Namun, tahun 2023 itu kami belum dikasih rezeki untuk bisa lolos pendanaan. Tapi itu udah membuatku seneng, karena udah bisa lolos seleksi tingkat Universitas, walaupun masih banyak merepotkan dan belum bisa membantu apa-apa hehehe. Mulai dari itu, aku mulai tertarik untuk membuat PKM lagi utuk diajukan tahun depan. Awalanya sempet terkendala karena terlalu sibuk praktikum, jadi selalu tertunda pengerjan proposal nya wkwk. Akhirnya, awal Januari 2024, aku udah mulai membuat proposal dengan mengajak adik tingkat angkatan 2023 untuk ikut. Awalnya pesimis, karena waktunya hanya tinggal 1 bulan lagi, apalagi waktu akhir Januari aku pulang ke rumah wkwk, jadilah tambah pikirannya, karena takut gabisa nyelesein proposalnya. Tapi beruntungnya, aku dapet pembimbing yang super baik dan sabar, Bu Diana Nurus Sholehah namanya. Beliau inilah yang banyak membantu dalam pengerjaan proposal ini, mulai dari perubahan ide, revisi dan semuanya. Beliau ini juga super fast respon ketika aku banyak bertanya lewat WhatsApp, padahal banyak urusan yang harus dierjakan, tapi masih sempat untuk membalas semua pertanyaanku. Akhir Februari (lupa tanggat tepatnya hehe) adalah pengumuman seleksi lolos PKM tingkat Universitas, dan namaku tercantum disitu, pastinya seneng pake banget. Sampai akhirnya dari situ, mulai intensif bimbingan untuk perbaikan proposal yang akan diajukan di Simbelmawa. Singkat cerita, akhirnya proposal itu di upload di akun Simbelmawa. Sebenernya pesimis, apalagi jarak upload dan pengumuman itu lama sekali, sehingga jadi tambah takut, tapi disitu Bu Diana selalu menguatkan biar dibawa santai saja dan selalu berdo'a biar diberi yang terbaik. Sampai pada akhirnya, 20 April 2024 pukul 04.00 WIB aku bangun pagi seperti biasa dan langsung membuka hp, dan betapa terkejutnya, ternyata aku dan teman-teman lolos pendanaan PKM 2024. Disitu benar-benar ga bisa berkata-kata, perasaan campur aduk, dan disitu aku langsung mengabari Bu Diana karena saking senengnya. Pada hari itu juga tepat aku balik ke Madura, sampai-sampai di kereta tidak henti-hentinya terharu karena saking senangnya. Fyi, tim kami akhirnya diberi nama Monafosa, setelah bingung menentukan nama tim wkwk.

Komentar
Posting Komentar